Rabu, 10 September 2008
BAB 2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Konsep Pengetahuan
- Pengertian Pengetahuan
Pengetahuan adalah ingatan tentang material yang telah dipelajari. Meliputi kemampuan mengingat luasnya materi, dari fakta yang spesifik sampai teoti yang lengkap (The American Heritage, 2004 : 232-235)
Pengetahuan adalah hasil dari "tahu", dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera manusia yakni : indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. (Notoadmodjo, 2003 : 127-128)
Pengetahuan (Knowledge) adalah hasil tahu dari manusia, yang sekedar menjawab pertanyaan "what", misalnya apa air, apa manusia, apa alam dan sebagainya. Sedangkan ilmu (science) bukan sekedar menjawab "what", melainkan akan menjawab pertanyaan "why" dan "how", misalnya mengapa air mendidih bila dipanaskan, mengapa bumi berputar, mengapa manusia bernafas dan sebagainya. Pengetahuan hanya dapat menjawab mengapa dan bagaimana sesuatu tersebut terjadi.
- Tingkat Pengetahuan
Pengetahuan atau kognitif merupakan domain yang sangat penting untuk terbentuknya tindakan seseorang (ovent behavior). Pengetahuan yang di cakup di dalam domain kognitif mempunyai 6 tingkat yakni :
a. Tahu (know)
Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) sesuatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan, dan sebagainya. Contoh : kepala keluarga dapat menyebutkan syarat-syarat jamban yang baik.
b. Memahami (comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterprestasikan materi tersebut secara benar, Orang yang telah paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan contoh, menyimpulkan, meramalkan, dan sebagainya terhadap objek yang dipelajari. Misalnya dapat menjelaskan mengapa harus menggunakan air yang bersih.
c. Aplikasi (appication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi yang sebenarnya. Aplikasi disini dapat diartikan aplikasi atau penggunaan hukum, rumus-rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain. Misalnya dapat menggunakan rumus stastistik dalam perhitungan-perhitungan hasil penelitian, dapat menggunakan prinsip-prinsip siklus pemecahan masalah (problem solving cycel) di dalam pemecahan masalah kesehatan sari kasus yang diberikan.
d. Analisis (analysis)
Analis adalah suatu kemampuan untuk mejabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen, tetapi masih didalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan ini dapat dilihat dari penggunaan kata kerja, seperti dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan dan sebagainya. Contoh : Kepala Keluarga tahu tentang cara dan perjalanan penyakit dari dampak lingkungan, dapat mengerti tentang dampak lingkungan yang tidak sehat tersebut sehingga kepala keluarga dapat menyebutkan kembali dan memberikan pendapat tentang apa yang dibahas sebelumnya dengan baik dan benar.
e. Sintetis (synthesis)
Sintesis menunjukan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian didalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain sintesis itu suatu kemampuan untuk menyusun formulasi yang ada. Misalnya dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat meringkasi, dapat menyesuaikan dan sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang ada. Contoh : Kepala keluarga dapat mengambil kesimpulan dari apa yang disampaikan penulis sehingga dia tau apa dampak air yang tidak sehat.
f. Evaluasi (Evaluation)
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu materi atau objek. Penilaian-penilaian itu berdasarkan suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang ada. Contoh : kepala keluarga dapat menilai tentang apa yang telah dilakukannya dengan yang dialaminya seperti awal mula penyebab lingkungan yang tidak bersih hingga sampai sekarang (Notoatmodjo, 2003 : 1).
- Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan
a. Pendidikan
Pendidikan dalam arti formal sebenarnya adalah suatu proses penyampaian bahan atau materi pendidikan oleh pendidik kepada sasaran pendidikan guna mencapai perubahan tingkah laku karena pendidikan merupakan suatu proses, maka dengan sendirinya mempunyai masukan dan keluaran. Dimana pendidikan tersebut berlangsung didalam suatu lingkungan baik formal maupun non-formal (Notoatmodjo, 1997 : 2).
Pengetahuan umumnya datang dari pengalaman dan diperoleh dari informasi yang disampaikan oleh guru, orang tua, teman, buku dan surat kabar pengetahuan sangat berhubungan dengan pendidikan, sedangkan pendidikan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia yang sangat di perlukan untuk mengembangkan diri, semakin tinggi pendidikan semakin mudah menerima serta mengembangkan pengetahuan dan teknologi, sehingga meningkatkan produktifitas dan kesejahteraan keluarga (Agustina, 2000 : 35-37)
b. Motivasi
Suatu tenaga atau faktor yang terdapat didalam diri manusia yang menimbulkan, megarahkan dan mengorganisasikan tingkah lakunya dalam menghadapi penyakit yang dideritanya (Notoatmojo, 1997 : 2).
c. Sikap
Secara umum sikap dapat dirumuskan sebagai kecenderungan untuk berespon (secara psitif dan negatif) terhadap orang, objek atau situasi tertentu. Sikap megandung suatu penilaian emosional atau afektif (senang, benci, sedih dan sebagainya). Disamping komponen kognitif (pengetahuan tentang objek itu) pengetahuan lebih bersifat pengenalan suatu benda atau ha secara objektif. (Sarwono, 1993 : 2).
- Kepatuhan
Kepatuhan adalah melakukan sesuatu sesuai dengan standar yang berlaku (Miller, 2005).
Banyak faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kepatuhan antara lain kemampuan, motivasi, masa kerja, latar belakang pendidikan, fasilitas atau peralatan, bahan serta kejelasan prosedur. (Ajeng Ardine, 2005).
- Kategori pengetahuan
Untuk mengetahui secara kualitas tingkat pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang dapat di bagi menjadi tiga tingkat (Arikunto, 1998 : 246) yaitu :
a. Tingkat pengetahuan baik bila skor atau nilai 76-100 %
b. Tingkat pengetahuan cukup bila skor atau nilai 56-75 %
c. Tingkat pengetahuan kurang bila skor atau nilai ≤ 55 %
B. Sarana Air Minum
1. Pengertian
Pengertian sarana air minum adalah bagian dari kebutuhan manusia sehari-hari yang dipergunakan untuk berbagai keperluan seperti mencuci, mandi, memasak dan lain-lain.
2. Jenis-jenis sarana air minum :
a. Air Hujan
Air hujan adalah air murni yang berasal dari sublimasi uap air di udara yang ketika turun melarutkan benda-benda diudara yang dapat mengotori dan mencemari air hujan seperti: gas (O2, CO2, N2, dll), jasat renik, debu, kotoran burung, dll
Air hujan dapat ditampung kemudian dijadikan air minum. Tetapi air hujan ini tidak mengandung kalsium. Oleh karena itu agar dapat dijadikan air minum yang sehat perlu ditambahkan kalsium didalamnya.
b. Air Sungai dan Danau
Menurut asalnya sebagian dari air sungai dan air danau ini juga dari air hujan yang mengalir melalui saluran-saluran ke dalam sungai atau danau ini. Kedua sumber air ini sering juga disebut air permukaan. Oleh karena air sungai dan danau ini sudah terkontaminasi atau tercemar oleh berbagai macam kotoran maka bila akan dijadikan air minum harus diolah terlebih dahulu.
c. Mata Air
Air yang keluar dari mata air ini berasal dari air tanah yang muncul secara alamiah. Oleh karena itu air dari mata air ini bila belum tercemar oleh kotoran sudah dapat dijadikan air minum langsung. Tetapi karena kita belum yakin apakah betul belum tercemar maka alangkah baiknya air tersebut direbus dahulu sebelum diminum.
d. Air Sumur Dangkal
Air ini keluar dari dalam tanah maka juga disebut air tanah. Air berasal dari lapisan air didalam tanah yang dangkal. Dalamnya lapisan air ini dari permukaan tanah dari tempat yang satu ke yang lain berbeda-beda. Biasanya berkisar antara 5 sampai dengan 15 meter dari permukaan tanah. Air sumur pompa dangkal ini belum begitu sehat karena kontaminasi kotoran dari permukaan tanah masih ada. Oleh karena itu perlu direbus dahulu sebelum diminum.
e. Air Sumur Dalam
Air ini berasal dari lapisan air kedua didalam tanah. Dalamnya dari permukaan tanah biasanya diatas 15 meter. Oleh karena itu sebagaian besar air sumur dalam ini sudah cukup sehat untuk dijadikan air minum yang langsung (tanpa melalui proses pengolahan) (Notoatmodjo, Tahun 2003)
3. Faktor penyebab terjadinya pencemaran air.
a. Karena mengandung gas-gas tertentu yang membahayakan kesehatan seperti methane, hydrogen sulfid dan lain sebagainya.
b. Karena mengandung mineral tertentu yang dapat mendatangkan kelainan, misalnya sulfate, nitrat dan lain sebagainya.
c. Karena mengandung benda-benda bersifat koloid seperti bakteri, jamur dan kuman-kuman penyakit lainnya.
d. Karena zat radio aktif, terutama jika sumber air tersebut kontak dengan zat-zat ataupun peralatan yang mempergunakan tenaga atom.
4. Syarat-syarat air yang bersih
a. Syarat fisik
Air yang baik digunakan adalah air yang tidak berwarna , tidak berasa, tidak berbau, jernih dengan suhu dibawah suhu udara sedemikian rupa sehingga menimbulkan rasa nyaman. jika salah satu dari syarat fisik ini tidak terpenuhi maka besar kemungkinan air tidak sehat.
b. Syarat bakteriologis
Dalam kehidupan sehari-hari amat sulit menentukan apakah air tesebut benar-benar bersih dan sehat, karena itu apakah air minum bebas dari bakteri atau tidak, pegangan yang dipakai adalah E Coli, tergantung dari cara pemeriksaan yang dilakukan, maka jumlah E Coli yang masih dibenarkan terdapat dalam sumber air minum yang bermacam-macam, pada permukaan air minum yang memakai prosedur Membrane Filter Tecknique, maka 90% dari contoh air yang diperiksa selama 1 bulan harus dari E Coli, selanjutnya dari yang mengandung E Coli jmlah kuman ini tidak boleh lebih dari 3 untuk setiap 50 cc air, tidak boleh lebih dari 4 untuk 100 cc air, tidak boleh lebih dari 7 untuk 200 cc air, serta tidak boleh lebih dari 13 untuk 5000 cc air.
c. Syarat kimia
Air minum yang baik adalah air yang tidak tercemar secara berlebihan oleh zat-zat kimia terutama oleh zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Selanjutnya diharapkan zat-zat ataupun bahan kimia yang terdapat di dalam air minum, tidak sampai menimbulkan kerusakan pada tempat penyimpanan air minum, sebaliknya zat-zat ataupun mineral yang dibutuhka oleh tubuh hendaknya harus terdapat dalam kadar yang sewajarnya dalam sumber air minum tersebut.
5. Pengelolaan air
a. Pengelolaan secara alamiah
Biasanya dilakukan dalam bentuk penyimpanan (Storage) ataupun pengendapan (sedimentation).
b. Pengelolaan air dengan menyaring
Teknik ini dengan menyaring air dengan mengunakan saringan pasir.
c. Pengelolaan air dengan menambahkan zat kimia
Zat kimia yang di tambahkan ada dua macam, yaitu :
a. Yang bertujuan untuk mempercepat terjadinya proses kuabulasi, jadi yang ditambahkan ialah zat kuabulasi
b. Yang bertujuan untuk membersihkan kuman atau membunuh bibit penyakit di dalam air.
d. Pengelolaan air dengan mengalirkan udara
Proses ini disebut aeration yang bertujuan untuk menghilangkan rasa bau yang tidak enak, menghilangkan gas-gas yang tidak dibutuhkan (CO2, metane,hydrogin sulfida), menaikan derajat keasaman air, menambahkan gas-gas yang diperlukan atau pun untuk mendinginkan air.
e. Pengelolaan air dengan memanaskannya hingga mendidih
Pengelolaan air ini bertujuan untuk menbunuh kuman-kuman yang berada di dalam air.
6. Penyakit yang berhubungan dengan air
a. Diare
b. Typus
c. Malaria
d. Demam beradarah (DHF)
e. Cacingan
f. Penyakit kulit/Scabies
Malaria merupakan masalah utama di negara tropis, berbagai upaya pemeberantasan malaria telah diupayakan, namun morbiltas dan mortalitas karena malaria masih tinggi. Di Indonesia insiden malaria meningkat dapat dilihat dari annual parasite index (API) 0,7 (Tahun 1995) menjadi 0,8 (Tahun 2000) (Majalah Kedokteran, Tahun 2002).
Karena begitu pentingnya air bagi tubuh manusia dalam proses nya seperti air memasuki tiap-tiap reaksi di dalam tubuh manusia. Lebih dari 2/3 tubuh manusia terdiri atas air dalam berbagai bentuk. Setiap hari ginjal menyaring 170 liter air untuk anda. Cairan ini masuk kembali ke dalam aliran darah, hanya sebagian kecil yang dibuang sebagai air seni. Air yang dibuang itu mebawa kotoran yang tidak diperlukan oleh tubuh (Clifford.R.Anderson, M.D).
Ditinjau dari pengertian ini, jelaslah bahwa begitu pentingnya air bagi manusia dan alam sekitarnya dan mencakup bidang yang amat luas.
Maka air yang digunakan selain harus mencukupi dalam arti kuantitas untuk kebutuhan sehari-hari, juga harus memenuhi persyaratan kualitas yang telah ditetapkan baik kualitas fisik, bakteriologis maupun kimia.
C. Jamban
Selain air sebagai kebutuhan manusia yang sangat penting bagi kehidupan, jamban pun merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditinggalkan. Jamban adalah fasilitas sanitasi yang sederhana, terdiri dari pelat jongkok dan leher angsa yang dilengkapi dengan saluran pembuangan ke cubluk atau tangki septik (Siklus Perencanaan Kesehatan Dr. Ridwan Amiruddin, SKM.M.KES Tahun 1997).
Kotoran manusia adalah segala benda atau zat yang dihasilkan oleh tubuh dan dipandang tidak beguna lagi sehingga perlu dikeluarkan untuk dibuang, ditinjau dari pengertian ini, jelaslah bahwa kotoran manusia sebenarnya mencakup bidang yang amat luas karena terbentuk adanya CO2 sebagai hasildari pernafasan (respirasi), lendir, maupun getah-getah tubuh yang di hasilkan kelenjar-kelenjar eksokrin, serta darah haid dan lain sebagai nya temasuk didalamnya (Siklus Perencanaan Kesehatan Dr. Ridwan Amiruddin, SKM.M.KES Tahun 1997).
Penyehatan Pembuangan Kotoran (PPK) adalah upaya mengelola kotoran manusia melalui penampung dan pembuang yang memenuhi syarat teknis kesehatan guna melindungi, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
- Syarat-syarat jamban yang memenuhi syarat kesehatan.
a. Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang penampungan minimal 10 meter.
b. Tidak berbau dan tinja tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
c. Tidak mencemari lingkungan sekitar.
d. Mudah dibersihkan.
e. Aman digunakan.
f. Dilengkapi dengan dinding dan atap pelindung.
g. Cahaya bisa masuk.
h. Lantai kedap air.
i. Luas ruang harus cukup.
j. Ventilasi cukup baik.
k. Tersedia air dan alat pembersih (Depkes RI, 1998)
- Jenis jamban
a. Dilihat dari jenis jamban, yaitu : Jamban Cemplung, Jamban Cemplung + Plesengan, Leher Angsa dan Leher Angsa + Plesengan.
b. Dilihat dari jenis penampungan kotoran, yaitu: Septik Tenk dan Lubang Galian.
- Penentuan letak jamban
Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih letak jamban atau kakus yang akan dibuat adalah mengenai jaraknya terhadap sumber air minum yang ada. Jarak kakus harus diatur sedemikian rupa minimal 10 meter, sehingga tidak mengotori lingkungan di sekitarnya.
Penentuan jarak kakus dengan sumber air minum terganggu dengan beberapa hal, antara lain:
a. Bila daerahnya berupa lereng maka kakus letaknya di bagian bawah, atau lebih rendah dengan bagian sumur.
b. Bila daerahnya berupa dataran, maka letaknya sedapat mungkin harus berada di luar jalur daerah banjir.
- Konstruksi jamban yang baik
Untuk memenuhi konstruksi jamban yang bagaimana yang dianjurkan atau dipergunakan sangat dipengaruhi oleh keadaan daerah, misalnya bagai mana keadaan tanah, tinggi permukaan air sehari-hari sepanjang tahun, pengaruh banjir dimusim hujan, dan pengaruh pasang surut air laut bagi daratan di tepi pantai dan sebagainya. Di samping hal tersebut, konstruksi juga dipengaruhi oleh hal-hal di luar itu, misalnya penerapan teknologi tepat guna seperti penggunaan mudah, konstruksi murah, pemeliharaan mudah serta menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar tempat tersebut, yaitu:
a. Harus tertutup dalam arti bangunan tersebut terlindungi dari pandangan orang lain. Syarat-syarat ini dipengaruhi dalam bentuk mengadakan ruangan tersendiri untuk jamban di rumah ataupun mendirikan rumah jamban di pekarangan.
b. Bangunan kakus diletakkan pada lokasi yang tidak sampai mengganggu pemandangan, tidak menimbulkan bau, serta tidak menjadi tempat hidupnya serangga.
c. Bangunan kakus mempunyai lantai yang kuat, mempunyai tempat pijakan yang kuat, terutama jenis cemplung.
d. Mempunyai lobang atau klosed yang kemudian melakukan saluran tertentu, dialirkan pada sumur penampungan dan sumur rembesan yang terutama disyaratkan dengan kakus model pemisahan yang dengan penampungan atau rembesan.
e. Menyediakan alat pembersih (air atau kertas) yang cukup sedemikian rupa sehingga dapat segera dipakai setelah buang kotoran atau tinja.

1 komentar:
maaf mas numpang nanya, mungkin sedikit instropeksi, dalam pengkategorian tingkat pengetahuan menurut(Arikunto, 1998 : 246)
saya koq tidak menemukannya??? apa bisa dipertanggung jawabkan?
kemudian tertulis lagi bahwa kriteria tersebut dapat bersifat objektif (pada bab 3)? bagaimana dasar kriteria seperti itu???
saya minta keterangannya, terima kasih mas sebelumnya..
sukseskan ilmu pengetahuan di Indonesia...
(saya tunggu di arif.muttaqin@gmail.com)
Posting Komentar